Acara Ngaji Literasi di Pesantren Modern Daarul Uluum Lido masih berlanjut, yaitu Bedah Buku yang berjudul Man Shabara Zafira yang ditulis oleh Ahmad Rifa’i Ri’fan.

                  Acara berlangsung dihari Senin, 28 Oktober 2019. Bertempat di Aula putra yang dihadiri WADIR Bahasa dan Keilmuan serta seluruh santriwan/i MA Daarul Uluum Lido. Acara dibuka pada pukul 13.30 WIB dan dibuka oleh MC yaitu Ustz. Fismy adalah Guru pengabdian Angkaran 18, dilanjut pembacaan ayat suci Al Quran yang dilantunkan oleh Farid Kamal santriwan kelas 5 asal Jakarta, kemudian dilanjut menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku dan Mars Daarul Uluum Lido. Setelah itu penyambutan oleh Ust. Ahmad Yani. Dalam sambutannya, beliau memuji karya-karya Ahmad Rifa’i Ri’fan, dan mengaku pernah menjadikan karya beliau untuk dijadikan bahan ceramah. Sambutan selanjutnya oleh Manager PT Elex Media Komputindo yang menjelaskan bahwa Ahmad Rifa’i Ri’fan sudah menulis kurang lebih 100 lebih semenjak duduk dibangku perkuliahan.

                  Acara diambil alih oleh moderator yaitu Ust. Rijal Ibnu yang memandu acara bedah buku. Dalam Bedah Buku, Ahmad Rifa’i Ri’fan memulai dengan membagi jenis-jenis yang berkaitan dengan buku tersebut, yang dibagi menjadi 7. “Orang yang besar tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi lebih mementingkan orang banyak” tuturnya ketika memotivasi santri dengan memberikan contoh 4 tokoh legendari yaitu, Gajah Mada, BJ. Habibie, Kyai Dahlan dan K.H. Hasyim Asyari yang memiliki tekad yang sama yaitu memajukan nusantara. Adapun motivasi lain yaitu “Manusia adalah yang sudah merasa puas, asal mereka bisa tetap hidup” yang diharapkan agar santri menjadi manusia yang wajib yaitu, yang kehadirannya ditunggu dan kepergiannya ditangisi.

                  Sesi selanjutnya yaitu sesi pertanyaan dimana bagi sanri yang mengajukan pertanyaan akan diberi sebuah buku. Sesi akhir adalah penandatangan dan pemotretan bersama dengan santri yang sebelumnya mendapatkan buku karya beliau. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. Dengan acara tersubut diharapkan para santri ada keinginan untuk membuat karya yang bermanfaat bagi semua orang layaknya Ahmad Rifa’i Ri’fan. (red:crewalmahad)

Bedah Buku
Bedah Buku