Pesan Mudir pada Kuliah Etiket

Pesan Mudir pada Kuliah Etiket

Daarululuumlido.com – 19 Desember 2019. Kuliah Etiket adalah acara rutin di Pesantrren Modern Daarul Uluum Lido yang berisi pesan terakhir Mudirul Ma’had untuk seluruh santri menjelang berlibur. Pesan yang disampaikan ketika kuliah etiket biasanya tentang tatakrama kita ketika dirumah ataupun sedang diluar rumah.

Menejelang perpulangan santriwan/wati pada akhir semester kali ini yang akan jatuh pada tanggal 20 Desember 2019, Pesantren Modern Daarul Uluum Lido mengadakan Kuliah Etiket sehari sebelum hari perpulangan yaitu pada tanggal 19 Desember 2019. Acara bertempat di aula putra, diikuti oleh seluruh santri dan juga para asatidz. Acara dimulai pada pukul 20.45 WIB yang diawali dengan pembacaan Rekapitulasi jumlah santri yang mengikuti acara, yang di bacakan oleh Ketua HISADA putra dan putri yaitu Syharul Munir Raihan dan Dylla Luthfia Ratsa. Kemudian acara dilanjut dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang dilantunkan oleh Dava Rizki santriwan kelas 4 asal Jakarta. Setelah itu langsung kepada acara inti, yaitu amanat Mudirul Ma’had Ust. Affan Afifi untuk seluruh santriwan/wati.

Pesan Mudir pada Kuliah Etiket
Pesan Mudir pada Kuliah Etiket, Cara bertamu dan menerima tamu

                Dalam amanatnya tersebut Ust. Affan mengatakan  “Mengapa pesantren lebih menitik beratkan Etiket daripada Etika? Karena Kuliah Etiket hampir tidak pernah diajarkan didalam kelas, oleh karena itu sangat wajib diajarkan karena Etiket bisa menjadi penilaian seseorang terhadap kita”. Dan juga beliau menjelaskan perbedaan anatara etiket dan etika. Jika etiket adalah perbuatan berkaitan dengan watak, sedangkan etika adalah hal yang absolut mutlak, tidak bisa diganggu gugat.

                Selain menjelaskan tentang etiket, beliau pun menyampaikan beberapa pesan yang harus diperhatikan oleh seluruh santri ketika berlibur nanti, diantaranya; Etika dalam berbusana dan berpakaian yang baik, Cara bertamu dan menerima tamu yang baik dan terakhir Tata cara makan dengan sopan.

“Mengapa pesantren lebih menitik beratkan Etiket daripada Etika? Karena Kuliah Etiket hampir tidak pernah diajarkan didalam kelas, oleh karena itu sangat wajib diajarkan karena Etiket bisa menjadi penilaian seseorang terhadap kita”

                Dalam penutupan amanatnya, beliau mengkabarkan bahwa kuliah etiket akan berlanjut setelah shalat shubuh, yang bertempat di aula putra,diikuti oleh seluruh santriwan/wati, yang akan diisi langsung oleh Khodimul Ma’had Ust. Yazid Dimyati, S.Th.I.Lc,.

                Acara selesai pada pukul 22.50 WIB, yang ditutup oleh MC yaitu Alifiah Syaukilah, santriwati kelas 3 Int asal Bekasi. Semoga dengan adanya Kuliah Etiket ini, para santri dapat membawa kebiasaan baik yang sudah diajarkan oleh pesantren.

INFO LIBURAN
Bedah Buku ‘Man Shabara Zafira’

Bedah Buku ‘Man Shabara Zafira’

Acara Ngaji Literasi di Pesantren Modern Daarul Uluum Lido masih berlanjut, yaitu Bedah Buku yang berjudul Man Shabara Zafira yang ditulis oleh Ahmad Rifa’i Ri’fan.

Acara berlangsung dihari Senin, 28 Oktober 2019. Bertempat di Aula putra yang dihadiri WADIR Bahasa dan Keilmuan serta seluruh santriwan/i MA Daarul Uluum Lido. Acara dibuka pada pukul 13.30 WIB dan dibuka oleh MC yaitu Ustz. Fismy adalah Guru pengabdian Angkaran 18, dilanjut pembacaan ayat suci Al Quran yang dilantunkan oleh Farid Kamal santriwan kelas 5 asal Jakarta, kemudian dilanjut menyanyikan lagu Hymne Oh Pondokku dan Mars Daarul Uluum Lido. Setelah itu penyambutan oleh Ust. Ahmad Yani. Dalam sambutannya, beliau memuji karya-karya Ahmad Rifa’i Ri’fan, dan mengaku pernah menjadikan karya beliau untuk dijadikan bahan ceramah. Sambutan selanjutnya oleh Manager PT Elex Media Komputindo yang menjelaskan bahwa Ahmad Rifa’i Ri’fan sudah menulis kurang lebih 100 lebih semenjak duduk dibangku perkuliahan.

Acara diambil alih oleh moderator yaitu Ust. Rijal Ibnu yang memandu acara bedah buku. Dalam Bedah Buku, Ahmad Rifa’i Ri’fan memulai dengan membagi jenis-jenis yang berkaitan dengan buku tersebut, yang dibagi menjadi 7. “Orang yang besar tidak memikirkan dirinya sendiri, tetapi lebih mementingkan orang banyak” tuturnya ketika memotivasi santri dengan memberikan contoh 4 tokoh legendari yaitu, Gajah Mada, BJ. Habibie, Kyai Dahlan dan K.H. Hasyim Asyari yang memiliki tekad yang sama yaitu memajukan nusantara. Adapun motivasi lain yaitu “Manusia adalah yang sudah merasa puas, asal mereka bisa tetap hidup” yang diharapkan agar santri menjadi manusia yang wajib yaitu, yang kehadirannya ditunggu dan kepergiannya ditangisi.

Sesi selanjutnya yaitu sesi pertanyaan dimana bagi sanri yang mengajukan pertanyaan akan diberi sebuah buku. Sesi akhir adalah penandatangan dan pemotretan bersama dengan santri yang sebelumnya mendapatkan buku karya beliau. Acara berakhir pada pukul 16.00 WIB. Dengan acara tersubut diharapkan para santri ada keinginan untuk membuat karya yang bermanfaat bagi semua orang layaknya Ahmad Rifa’i Ri’fan. (red:crewalmahad)

Bedah Buku
Bedah Buku
NASIHAT PAK YAI MUHAMMAD YAZID DIMYATI

NASIHAT PAK YAI MUHAMMAD YAZID DIMYATI

_________________________________________________
“Janganlah menganggap bahwa pesantren itu adalah hotel, kalian bukan untuk dilayani akan tetapi untuk didik demi masa depan kalian.”
(25-juni-2016)

MUHAMMAD YAZID DIMYATI

“Selalu ikhlaslah nak, dan selalu mencoba memberikan yang terbaik.” (25-juni-2016)

“Pesantren modern daarul ‘uluum lido bukan tempat kalian bermalas-malasan dan bukan tempat kalian tidur-tiduran.” (25-juni-2016)

“Daarul ‘uluum lido menganut ahlu sunnah wal jamaah, kita adalah NU yang ber-muhammadiyah dan kita adlah muhammadiyah yang ber-NU.”

“Ahli dzikir dan ahli fikir adalah konseptual esensitas keseimbangan antara IMTAQ dan IPTEK.”

“Janganlah pernah menodai keikhlasan kyai dan guru-guru mu nak.”

“من كثر علمه قلّ انكره”

“Jadilah pendengar yang baik karna itu termasuk ilmu yang bermanfaat”

“Jangan jadikan ilmu sebgai musuhmu maka amalkanlah.”

“Hidup mau dipondok atau dirumah semua ada ujian nya.”

“Barukan niatmu (untuk santri lama) dan lamakan lah niatmu nak (santri baru).”

“3 kwalitas yang harus dimiliki oleh santri
• Kwalitas moral
• Kwalitas intelektual
• Kwlitas spiritual”

“Nasihat yang beliau sampaikan saat apel tahun ajaran 2016-2017:
1. Luruskan, mantapkan, dam murnikan niat.
2. Khidmah lah kepada guru, buku, dan ilmu.
3. Sabar
4. Ikhlas”
__________________________________________________
¹Ini adalah beberapa nasihat² yg terekam dalam catatan diary ku, yang ku temukan di file laptop ku. Banyak sekali nasihat² beliau yang tersampaikan kpada kami santri²nya. Semoga bisa tersimpan dalam jiwa dan raga kami santri² beliau. Rabbi fanfa’na bibarkatihi. Amin.

Buka-buka file laptop, eh nemu file berjudul “Nasihat Pak Kyai Yazid Dimyati”.

Aku ingat betul, bahwa dulu, setiap tahun ajaran baru, aku punya satu buku buat nulis kata” atau nasihat guruku. di buku itu pula aku sering mencurhatkan kegalauan ku, entah karena ada masalah dengan teman, susah ngafal, susah belajar, atau bahkan waktu diputusin sama doi. hahaha. cinta monyet gitu deh. dan buku ini mungkin biasa disebut dengan diare, eh. Diary, mksdnya.:D

Nah, ternyata ketika zaman pengabdian, saat liburan, aku buka-buka buku itu lagi. pas baca buku itu, lucu-lucu plus sedih gimanaa gitu. lucu karena betapa lugu dan polosnya ibad zaman itu. Dan sedih, betapa banyak nasihat guru ku yang ku tulis tapi belum bisa aku Amalkan.

Disana banyak nasihat guru2 ku, contohnya seperti nasihat bu rahma yang sampai sekarang masih teriang di telinga ku. beliau berkata: “Nak, imbangilah jeri payah orang tua mu”. dan masih banyak lagi nasihat2 orang tua ku (guru2ku). dan sampai saat ini, nasihat itu selalu ku tulis dalam diary2 ku.

Contoh lain adalah nasihat dari guru inspirator ku dalam berbahasa Arab, Alm. Kyai Hasbi Abdurrazaq –Ghafarahullah-, aforisme yang selalu beliau kobarkan adalah “La Rahata illa Fil Jannah (Tidak ada istirahat kecuali di syurga.”

Di postingan Ini adalah beberapa nasihat2 pak yai Yazid Dimyati –Hafizahullah Tula hayatih- yang terekam di buku2 ku itu. Sempat aku tulis saat pengabdian, tapi sayang belum terangkum semua. Dan buku2 ku itu ada di Indonesia.

Membaca kembali nasihat guru itu seperti mengecash baterai yang sudah lemah, Menyiram jiwa yang sudah layu, dan menyalakan kembali api perjuangan yang mulai padam. Oleh sebab itu, aku posting nasihat ini, agar bisa jadi motivasi dan nasihat untuk aku dan untuk kita semua. Khususnya santri beliau.

Aku jadi teringat mba Rossy Faradisi, anak Kh. Hasan Abdullah Sahal (Gontor), membagikan postingan sebuah buku saku yang berisi nasihat² sang ayah, Kh. Hasan Abdullah Sahal. Judul Buku itu “Kehidupan Mengajari Ku ((علمتني الحياة”. itu ada 3 jilid kalau tidak salah (mohon dibenarkan jika keliru). Rasanya penanaman spirit perjuangan bisa didapati dari sana.

Disini masih adakah yang menyimpan dan ingat nasihat2 ayahanda kyai Yazid Dimyati?

Mari berbagi, agar jiwa santri kita selalu semangat, dan kembali menyala dalam perbuatan dan keseharian kita…????????
_____________________
red (Khoirul Ibad, 24-Oktober-2019/Tetouan, Maroko.)

Ngaji Literasi Bersama Hana Hanifah

Sabtu 26 Oktober 2019 Pesantren Modern Daarul Uluum Lido kedatangan tamu dari tim GRAMEDIA dan ELEX MEDIA KOMPUTINDO untuk mengadakan Workshop Ngaji Literasi dengan menghadirkan penulis best seller mereka yaitu Hana Hanifah sebagai narasumber. Ngaji literasi adalah kegiatan dimana penulis mengajarkan cara menulis dengan baik kepada para pendengarnya,dengan menggunakan system ceramah. Dimana penulis menyampaikan materi dan pendengar menyimaknya.

 Acara terbagi di dua yaitu Critical Thinking and Writing dan yang kedua adalah Cara Menulis Fiksi dan Nonfiksi dimana para pesertanya adalah santriwan/i yang terpilih. Acara dimulai pada pukul 10.30 WIB yang diikuti oleh semua peserta. Dipandu oleh MC yang bernama Fitrurrahman santriwan kelas 5 asal Sukabumi. Kemudian acara disambut oleh WADIR 3 Bidang Bahasa dan Keilmuan yaitu Ustd.Fachrurozi    dalam sambutannya tersebut memaparkan “Sebelum memulai menulis harus banyak-banyak membaca”tutur beliau.

Setelah itu dilanjutkan dengan sambutan perwakilan Elex Media Komputindo yaitu Bpk.Hedi selaku Editor  yang menjelaskan tentang buku yang akan dibedah yaitu ‘Muslimah Keren’ dan ‘I’m Muslim’ yang ditulis oleh Hana Hanifah. Mengingat materi kedua acara tersebut berbeda, stelah sambutan para peserta Critical Thinking and Writing mmemisahkan diri ketempat yang telah disediakan, yaitu bertempat di kantor Madrasah Aliyah Daarul Uluum Lido.

Acara Ngaji Literasi Bersama Hana Hanifah yang bertempat di Wisma diikuti oleh peserta Cara Menulis Fiksi dan Nonfiksi. Dalam acara tersebut Hana Hanifah menyampaikan isi tentang karyanya dan bagaimana ia mampu membuat buku-buku tersebut. Dan juga ia menyampaikan beberapa hal yang berkaitan dengan tulis menulis seperti alasan mengapa harus menulis, cara mendapat ide, macam-macam jenis buku, proses membuat tulisan fiksi ataupun nonfiksi dan ia menekankan bahwa “Menulislah mulai saat ini”.  Hana Hanifa memberikan kesempatan bagi mereka yang ingin bertanya,bagi mereka yang bertanya berhak mendapatkan sebuah buku dari Quanta.

Dilanjut dengan sesi kedua pada jam 13.00 WIB yaitu praktik menulis dengan meminta para peserta untuk menyusun kerangka tulisan dengan baik dan benar yang sebelumnya sudah dijelaskan terlebih dahulu. Setelah itu bagi yang berani untuk memaparkan hasil karyanya untuk dianalisis oleh tim editor dan diberi beberapa nasihat dimana letak kesalahannya.

Acara selesai pada pukul 16.00 WIB yang kemudian membagikan sertifikat bagi para peserta dilanjut dengan sesi pemotretan bersama GRAMEDIA dan Elex Media Komputindo mengadakan bazar buku yang berlangsung selama 3 hari, dimulai dari hari Sabtu dan diakhiri hingga hari Senin yang bertempat di Aula Putra.

            Semoga dengan adanya acara ini para santri dapat mengembangkan karya tulisnya dan bermanfaat bagi yang membacanya.(red:crewAlmahad)

Amanat Pembina Upacara di Hari Sumpah Pemuda

Amanat Pembina Upacara di Hari Sumpah Pemuda

                Sudah menjadi kegiatan mingguan, Pesantren Modern Daarul Uluum Lido mengadakan upacara bendera dihari Senin setiap dua minggu sekali. Pada tanggal 28 Oktober 2019 yang bertepatan dengan Hari Sumpah Pemuda, Pesantren Modern Daarul Uluum Lido melaksanakan upacara bendera.

                  Upacara di mulai pada pukul 07.00 WIB yang bertempat di lapangan utama. Diikuti oleh jajaran dewan guru dan seluruh santriwan/i. Upacara Bendera berlangsung lancar hingga tiba amanat dari Khodimul Ma’had Kiyai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I.Lc sebagai Pembina upacara. Dalam amanatnya beliau menyampaikan kisah sahabat Rasulullah SAW yang berkaitan dengan Hari Sumpah Pemuda. Dalam kisah yang disampaikan beliau, mengajarkan kita tentang pentingnya sebuah amanah. Jangan sampai kita melalaikan amanah tersebut walau hanya karena perkara yang kecil, terlebih lagi amanah tersebut berhubungan langsung dengan Allah SWT. Kisah tersebut tertera dalam Al Qur’an di surat At Taubah ayat 118 mengenai sahabat Rasul yang tertinggal dalam perang Tabuk, tiga diantaranya adalah Ka’ab bin Malik, Hilal bin Umayyah dan Murarah bin Ar Rabi’. Mereka adalah sahabat yang mulia, menyampaikan alasan mereka dengan jujur, berbeda dengan 80 sahabat yang lain,yang juga tidak mengikuti Perang Tabuk. Walaupun mereka sudah berkata dengan jujur, Rasul tetap memberi sanksi karena sudah mengingkari amanahnya untuk berjihad dijalan Allah.

Jangan sampai kita melalaikan amanah tersebut walau hanya karena perkara yang kecil, terlebih lagi amanah tersebut berhubungan langsung dengan Allah SWT ucap Khodim Mahad Kiyai Muhammad Yazid Dimyati di Hari Sumpah Pemuda

Selamat Hari Sumpah Pemuda Amat Khodim Mahad
Selamat Hari Sumpah Pemuda Amat Khodim Mahad

                  Upacara berakhir pada pukul 08.00 WIB, yang ditutup dengan pembacaan do’a. Semoga dengan amanat yang disampaikan Khodimul Ma’had kita dapat menjadi pribadi yang bisa menjaga amanah dengan baik. (red:crewalmahad)

Selamat Hari Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda
Selamat Hari Sumpah Pemuda