Lido, 12 April 2026 — Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido menggelar kegiatan silaturahim dan sosialisasi Program TMI 12 Semester bersama wali santri kelas 3 SMP/MTs di Aula Multazam, Minggu (12/4). Kegiatan ini menjadi momentum penting bagi pesantren dan orang tua dalam menyamakan persepsi terkait tahapan pendidikan santri menjelang akhir jenjang kelas 3.
Acara dihadiri jajaran pimpinan pesantren, para asatidz, pengurus, serta wali santri kelas 3. Tahun ajaran 2025/2026, jumlah santri kelas 3 tercatat sebanyak 266 orang, terdiri atas 115 santri putra dan 151 santri putri. Antusiasme wali santri tampak sejak pagi, menunjukkan besarnya perhatian orang tua terhadap pendidikan anak-anak mereka di fase akhir jenjang tsanawiyah.
Sebelum memasuki acara inti, para wali santri disambut berbagai penampilan dari santri kelas 3, mulai dari pidato tiga bahasa, pembacaan puisi, hingga persembahan lagu. Rangkaian pembukaan kemudian dilanjutkan dengan tilawah Al-Qur’an, hymne “Oh Pondokku”, serta mars Daarul ‘Uluum Lido yang dinyanyikan bersama.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Salsabila Lido, Ustadz Affan Afifi, S.H.I., menjelaskan bahwa sistem pendidikan TMI di Daarul ‘Uluum Lido dirancang selama 12 semester atau enam tahun. Menurutnya, program ini disusun untuk membentuk santri yang matang secara ilmu, sikap, dan keterampilan, baik dalam bidang keagamaan maupun umum. Ia juga memaparkan empat jenis ujian yang akan dihadapi santri kelas 3, yaitu Tes Kemampuan Akademik, Asesmen Madrasah, Ujian Praktikum, dan Ujian Pesantren. Keempat ujian tersebut disebut sebagai instrumen penting untuk mengukur capaian belajar dan perkembangan karakter santri selama menempuh pendidikan di pesantren.

Sementara itu, Khadimul Ma’had Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido, Kyai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., menekankan pentingnya memahami arah pendidikan pesantren secara utuh. Ia menjelaskan bahwa Daarul ‘Uluum Lido berupaya menjaga nilai-nilai kepesantrenan sekaligus tetap mengikuti ketentuan pendidikan nasional. Dalam pesannya kepada wali santri, ia mengingatkan agar orang tua tidak terburu-buru mengambil keputusan ketika anak mulai merasa ingin pindah sekolah, khususnya pada fase kelas 1 hingga kelas 3 yang disebutnya sebagai masa ujian bagi santri maupun orang tua.
Kyai Yazid juga menegaskan bahwa orang tua perlu membangun dialog yang hangat dengan anak, namun tetap memegang kendali atas arah pendidikan mereka. Menurutnya, keputusan pendidikan tidak cukup hanya mengikuti keinginan sesaat anak, tetapi harus mempertimbangkan pembinaan akhlak, ilmu, dan masa depan secara lebih matang. Pesan ini menjadi salah satu poin utama dalam kegiatan tersebut.

Selain itu, Kyai Yazid memaparkan hasil angket yang menunjukkan sebagian orang tua dan santri menginginkan peningkatan kenyamanan fasilitas asrama dan kelas. Pihak pesantren mengakui masukan tersebut dan menyatakan komitmennya untuk terus melakukan pembenahan fasilitas secara bertahap. Dalam kesempatan yang sama, Khadimul Ma’had juga mengumumkan rencana peluncuran Career Center pada bulan Juni mendatang untuk membantu santri dan alumni dalam urusan studi lanjut, pekerjaan, hingga peluang karier ke luar negeri. Menjelang penutupan, acara diakhiri dengan sesi mushafahah antara civitas pesantren dan para wali santri.
