Lido — RA Daarul ‘Uluum Lido menyelenggarakan acara Pelepasan dan Pentas Seni Angkatan ke-13 Tahun Ajaran 2025–2026 pada Rabu, 17 Juni 2026. Kegiatan yang berlangsung dengan khidmat dan meriah tersebut menjadi momentum pelepasan bagi santri Kelompok B sekaligus kenaikan kelas bagi santri Kelompok A.
Pada tahun ajaran 2025–2026, RA Daarul ‘Uluum Lido memiliki 74 santri. Dari jumlah tersebut, sebanyak 47 santri Kelompok B dinyatakan lulus dan dilepas untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. Sementara itu, sebanyak 27 santri Kelompok A naik ke Kelompok B. Pada kesempatan yang sama, sebanyak 15 santri juga menerima sertifikat kelulusan Iqra.
Kegiatan dihadiri oleh Khadimul Ma’had sekaligus pimpinan dan pengasuh Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido, K.H. Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc.; Pengawas RA Kecamatan Cigombong–Cijeruk, H. Asep Saepulloh, S.Ag., M.M.; Kepala RA Daarul ‘Uluum Lido; jajaran dewan guru; para orang tua dan wali santri; serta seluruh santri RA Daarul ‘Uluum Lido.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, pelantunan Asmaul Husna, pembacaan ayat suci Al-Qur’an, serta menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars RA. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan Kepala RA Daarul ‘Uluum Lido, sambutan Pengawas RA Kecamatan Cigombong–Cijeruk, pembacaan surat keputusan kelulusan, dan sambutan Khadimul Ma’had.
Dalam sambutannya, Kepala RA Daarul ‘Uluum Lido menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan pelepasan dan pentas seni tersebut. Ia juga memberikan apresiasi atas perkembangan, keberanian, dan kreativitas para santri selama mengikuti pendidikan di RA Daarul ‘Uluum Lido.
Menurutnya, pentas seni bukan hanya menjadi kegiatan hiburan, tetapi juga ruang bagi anak-anak untuk menunjukkan keberanian dan hasil pembelajaran yang telah diperoleh selama satu hingga dua tahun. Selama mengikuti pendidikan, para santri telah belajar mengaji, berdoa, membaca, berhitung, bersosialisasi, serta mengembangkan kreativitas dan rasa percaya diri.
“Hari ini adalah panggung milik anak-anak kita. Apa pun yang terjadi ketika mereka tampil, keberanian untuk berdiri di depan banyak orang merupakan sebuah prestasi yang luar biasa,” tuturnya.
Kepala RA juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh orang tua dan wali santri atas kepercayaan, dukungan, serta kerja sama yang telah diberikan kepada pihak sekolah. Menurutnya, keberhasilan proses pendidikan anak tidak terlepas dari sinergi yang baik antara sekolah dan keluarga.

Pesan mengenai pentingnya kerja sama pendidikan tersebut kembali ditekankan oleh Khadimul Ma’had, K.H. Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc. Dalam sambutannya, Khadimul Ma’had secara simbolis menyerahkan kembali hak pendidikan dan pengasuhan para santri kepada orang tua setelah anak-anak menyelesaikan pendidikan di RA Daarul ‘Uluum Lido.
Khadimul Ma’had menegaskan bahwa mendidik anak pada hakikatnya menjadi tanggung jawab utama orang tua. Sekolah berperan membantu, mendampingi, dan menguatkan proses pendidikan, tetapi tidak dapat menggantikan sepenuhnya peran keluarga.
“Pendidikan anak usia dini adalah pembiasaan-pembiasaan. Apa yang telah diajarkan di sekolah harus dilanjutkan dan dicontohkan pula di rumah,” pesannya.
Menurut K.H. Muhammad Yazid Dimyati, pendidikan anak usia dini tidak semata-mata berorientasi pada kepintaran, kemampuan membaca, menghafal, atau pencapaian akademik. Pendidikan pada tahap tersebut lebih diarahkan pada kegiatan bermain yang mendidik serta pembiasaan nilai-nilai kebaikan, seperti kejujuran, kedisiplinan, kepatuhan, kebersihan, kesopanan, dan kepedulian terhadap orang lain.

Ia juga mengingatkan bahwa waktu anak berada di sekolah hanya sekitar tiga jam sehari, sedangkan sebagian besar waktunya dihabiskan bersama keluarga dan di lingkungan tempat tinggal. Oleh sebab itu, pendidikan di sekolah, rumah, dan lingkungan harus menjadi satu kesatuan yang saling mendukung.
Dalam sambutannya, Khadimul Ma’had turut mengaitkan pendidikan anak dengan nilai-nilai pendidikan Islam dan keteladanan Nabi Muhammad saw. Ia menjelaskan bahwa penanaman tauhid dan nilai-nilai kebaikan harus menjadi landasan sebelum anak dibebani berbagai kewajiban keagamaan. Pembiasaan melakukan kebaikan sejak usia dini dinilai akan membantu anak memahami serta mengamalkan ajaran agama dalam kehidupan sehari-hari.

Rangkaian acara selanjutnya diisi dengan pembacaan doa, penyerahan sertifikat Iqra, penampilan-penampilan, penyerahan cenderamata kepada santri Kelompok B, sambutan perwakilan santri, serta penyerahan cenderamata dan piala kenangan kepada santri Kelompok A.
Pentas seni menjadi salah satu bagian yang paling dinantikan. Para santri menampilkan kemampuan dan kreativitas mereka di hadapan guru, orang tua, dan para tamu undangan. Penampilan tersebut disambut dengan tepuk tangan dan antusiasme dari seluruh hadirin.
Acara Pelepasan dan Pentas Seni RA Daarul ‘Uluum Lido Tahun Ajaran 2025–2026 bukan sekadar seremoni kelulusan, tetapi juga menjadi bentuk penghargaan terhadap proses tumbuh kembang anak. Kegiatan ini sekaligus menandai dimulainya tahap pendidikan baru bagi para santri yang lulus dan melanjutkan pendidikan ke jenjang Sekolah Dasar. (red: silah).
