Bogor – Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido meresmikan DULIDO Store, Adisa Demineral Water, Career Center Peduli, serta International and Foreign Language Affairs atau IFLA pada puncak Milad Ke-30 dan Haul Akbar, Minggu, 19 Juli 2026.
Peresmian DULIDO Store ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi, S.E. Peresmian tersebut menjadi bagian dari langkah pesantren dalam memperkuat kemandirian ekonomi, pengembangan karier santri dan alumni, serta perluasan jejaring pendidikan internasional.
Pimpinan dan Pengasuh Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido, Kiai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.I., Lc., mengatakan bahwa sejumlah unit usaha dan program tersebut merupakan langkah baru pesantren setelah tiga dasawarsa bergerak dalam pendidikan, dakwah, dan pengabdian masyarakat.

“Milad ini bukan hanya menjadi momentum untuk mengenang perjalanan pesantren, tetapi juga menjadi langkah membangun kemandirian, memperluas peluang, dan mempersiapkan masa depan santri,” ujarnya.
DULIDO Store dikembangkan sebagai pusat pemenuhan kebutuhan santri, keluarga besar pesantren, dan masyarakat sekitar. Unit tersebut juga menjadi ruang pembelajaran bisnis, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan kemandirian ekonomi pesantren.
Melalui DULIDO Store, pesantren mendorong tumbuhnya semangat santripreneur, yaitu santri yang memiliki kemampuan berwirausaha, serta pesantrenpreneur, yakni pengembangan usaha produktif yang dikelola melalui kelembagaan pesantren.
Pengembangan tersebut juga menggunakan pendekatan sociopreneur. Artinya, kegiatan usaha tidak hanya berorientasi pada keuntungan, tetapi juga diarahkan untuk menciptakan manfaat sosial, membuka kesempatan kerja, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Dalam bidang makanan dan minuman, pesantren meluncurkan Adisa Demineral Water yang dikembangkan oleh Badan Usaha dan Kesejahteraan Pesantren atau BUKP. Produk tersebut menjadi bagian dari Adisa Food and Beverage yang juga mengembangkan Adisa Bakery.
Adisa Bakery sebelumnya berhasil meraih peringkat kedua dalam kompetisi One Pesantren One Product yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi Jawa Barat.
BUKP juga mengembangkan berbagai sektor usaha produktif. Di antaranya produksi telur asin bebek, tanaman hidroponik, tanaman herbal, tanaman hias, budidaya maggot, investasi perkebunan kelapa sawit, serta layanan Tour and Travel untuk perjalanan wisata, pendidikan, dan religi.
Selain memperkuat sektor ekonomi, pesantren meresmikan Career Center Peduli sebagai pusat layanan pendidikan dan pengembangan karier bagi santri dan alumni.
Program tersebut menyediakan layanan konsultasi karier, pemetaan minat dan potensi, literasi dunia kerja, tracer study alumni, serta skrining kesehatan mental preventif. Dengan dukungan teknologi dan kecerdasan buatan, santri diharapkan dapat menyusun rencana pendidikan dan karier sesuai kemampuan serta cita-citanya.
Career Center Peduli juga membuka akses terhadap informasi peluang kerja di dalam dan luar negeri, termasuk peluang berkarier di Jepang, Rusia, dan berbagai negara lainnya.
Sementara itu, IFLA diresmikan sebagai pusat persiapan studi luar negeri. Program tersebut membekali santri dengan kemampuan bahasa asing, wawasan internasional, kesiapan budaya, informasi perguruan tinggi, serta pendampingan beasiswa.
IFLA menaungi Turkish Corner, Russian Corner, English Corner, dan Arabic Corner. Melalui program tersebut, santri dipersiapkan untuk melanjutkan pendidikan ke berbagai perguruan tinggi di Timur Tengah, Asia, Eropa, dan kawasan lainnya tanpa meninggalkan identitas keislaman dan kepesantrenan.

Wakil Bupati Tekankan Kebersamaan dan Pembangunan SDM
Wakil Bupati Bogor H. Ade Ruhandi mengapresiasi langkah Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido dalam mengembangkan pendidikan, unit usaha, dan program pemberdayaan santri.
Menurutnya, pembangunan tidak cukup dilakukan melalui penyediaan sarana dan prasarana. Pesantren juga harus terus mempersiapkan sumber daya manusia yang unggul, berakhlak, dan mampu melanjutkan pembangunan daerah.
“Setelah memiliki pembangunan fisik, tugas mempersiapkan sumber daya manusia tidak pernah selesai. Mempersiapkan putra-putri yang saleh dan salehah juga menjadi tanggung jawab yang tidak ada habisnya,” katanya.
Ia menilai peringatan tiga dasawarsa menjadi ujian kebersamaan bagi santri, santriwati, guru, pengasuh, alumni, dan seluruh keluarga besar pesantren. Kekompakan tersebut harus terus dijaga untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.
“Kita harus menjaga nama baik keluarga, nama baik pesantren, dan nama baik seluruh kejayaan yang telah dibangun. Ketika santri, santriwati, guru, ustaz, dan ustazah hidup rukun, hal itu menjadi kebahagiaan bagi para pendiri yang telah mendahului,” ujarnya.
Ade Ruhandi juga meminta seluruh unsur pesantren terus menjaga kerukunan dan tidak mudah terpecah dalam menghadapi berbagai tantangan. Menurutnya, kekuatan pesantren terletak pada kesatuan antara pengasuh, guru, santri, alumni, dan masyarakat.
Ia menegaskan bahwa program pendidikan dan unit usaha yang diresmikan harus memberikan dampak nyata. Tidak hanya bagi pesantren, tetapi juga bagi masyarakat sekitar dan pembangunan Kabupaten Bogor.
“Mari kita siapkan generasi muda untuk menjadi generasi terbaik, meneruskan pembangunan daerah yang berkelanjutan, dan membawa keberkahan bagi masyarakat,” katanya.
Wakil Bupati juga menyampaikan apresiasi kepada para kiai, ulama, guru, lembaga pendidikan, santri, dan pelajar yang telah berkontribusi dalam pembangunan sumber daya manusia di Kabupaten Bogor.

Menurutnya, keberadaan pesantren memiliki posisi strategis karena tidak hanya memberikan pendidikan keagamaan, tetapi juga membentuk karakter, kemandirian, kedisiplinan, dan kepedulian sosial generasi muda.
Pesantren juga terus memperkuat bidang sosial melalui Saku Peduli Umat. Program tersebut menghimpun dan menyalurkan zakat, infak, serta sedekah untuk mendukung pendidikan, bantuan pangan, pelayanan medis, dan pembangunan sarana bagi masyarakat serta pesantren rintisan.
Peresmian DULIDO Store, Adisa Demineral Water, Career Center Peduli, dan IFLA menegaskan arah pengembangan Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido sebagai lembaga pendidikan yang mandiri, produktif, berwawasan global, dan berorientasi pada pemberdayaan masyarakat.
Peringatan tiga dasawarsa tersebut sekaligus menjadi langkah baru pesantren dalam memperluas pengabdian kepada umat, membangun ekonomi pesantren, dan mempersiapkan generasi yang mampu berkarya bagi agama, masyarakat, dan bangsa. (Media dan Publikasi Pesantren). red TEAM MEDIA
