Alrafi Priawisana, S.Kep., Ners. merupakan alumni Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido tahun 2013. Setelah menempuh pendidikan selama enam tahun di pesantren, ia melanjutkan pendidikan di bidang kesehatan di STIKes Sukabumi. Dari sana, perjalanan akademik dan profesionalnya berkembang hingga membawanya berkarier di Jepang sebagai Service Manager PT Yasashiite Jepang.
“Alhamdulillah wa syukurillah, saya pernah diberi kesempatan menimba ilmu selama enam tahun di Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido. Masa itu menjadi salah satu fase paling berharga dalam hidup saya. Di pondok, saya tidak hanya belajar ilmu agama. Saya juga dibentuk untuk hidup disiplin, mandiri, sederhana, dan bertanggung jawab.
Kebiasaan hidup teratur di pesantren memberi pengaruh besar dalam perjalanan hidup saya. Dari bangun pagi, mengikuti kegiatan belajar, beribadah, berorganisasi, hingga hidup bersama teman-teman dari berbagai latar belakang, semuanya menjadi latihan penting untuk membentuk mental dan karakter.

Bekal itu sangat terasa ketika saya merantau ke Jepang. Saya harus menghadapi lingkungan baru, bahasa baru, budaya baru, dan sistem kerja yang berbeda. Nilai-nilai yang saya dapatkan di pondok membantu saya lebih siap beradaptasi, menghargai perbedaan, dan tetap kuat menghadapi tantangan.”
Setelah menyelesaikan pendidikan di pesantren dan melanjutkan studi di STIKes Sukabumi, Alrafi menapaki jalur profesi keperawatan. Kesempatan bekerja di Jepang kemudian terbuka melalui program EPA.
“Perjalanan saya ke Jepang dimulai melalui program EPA, yaitu program kerja sama Indonesia dan Jepang yang membuka kesempatan bagi tenaga perawat Indonesia untuk bekerja sekaligus memperoleh pengakuan profesional di Jepang. Prosesnya tidak mudah. Saya harus mengikuti seleksi di Indonesia, kemudian menjalani pelatihan selama satu tahun.
Enam bulan pertama saya belajar di Jakarta untuk memahami dasar bahasa Jepang, budaya Jepang, dan gambaran pekerjaan sebagai perawat. Setelah itu, saya melanjutkan pelatihan selama enam bulan di Tokyo.
Selama pelatihan di Jepang, proses belajar terasa lebih intens. Saya mulai menggunakan bahasa Jepang dalam kehidupan sehari-hari dan mempelajari istilah-istilah yang berkaitan dengan dunia kerja. Setelah pelatihan selesai, saya mulai bekerja sebagai perawat selama kurang lebih tiga tahun. Di waktu yang sama, saya juga harus mempersiapkan diri menghadapi ujian sertifikasi nasional Jepang.
Masa itu mengajarkan saya arti disiplin, kesabaran, dan konsistensi. Saya harus membagi waktu antara bekerja dan belajar. Pekerjaan cukup menuntut, tetapi dukungan dari tempat kerja, teman-teman, dan semangat untuk terus berkembang membuat saya mampu melewati proses tersebut.
Alhamdulillah, saya berhasil lulus ujian sertifikasi nasional Jepang. Kelulusan itu membuka peluang kerja yang lebih luas dan memberikan kondisi kerja yang lebih stabil.
Salah satu hal yang paling saya syukuri adalah kesempatan untuk membawa keluarga saya, istri dan anak, tinggal bersama di Jepang. Bagi saya, ini bukan hanya pencapaian pribadi, tetapi juga bukti bahwa proses panjang, doa, dan usaha yang sungguh-sungguh dapat membawa seseorang pada hasil yang baik.”

Setelah lulus sertifikasi, Alrafi terus mengembangkan kariernya. Ia kemudian melamar ke perusahaan Yasashiite untuk posisi Service Manager.
“Prosesnya tidak instan. Saya harus melalui beberapa tahapan seleksi, mulai dari pengumpulan dokumen, wawancara, hingga penilaian kemampuan kerja dan komunikasi. Di tahap ini, pengalaman kerja saya sebelumnya sangat membantu, terutama dalam memahami sistem kerja di Jepang dan cara berkomunikasi yang baik di lingkungan profesional.
Setelah melalui seluruh proses tersebut, Alhamdulillah saya dinyatakan diterima dan mulai bekerja sebagai Service Manager. Di posisi ini, tanggung jawab saya tidak hanya menjalankan pekerjaan operasional. Saya juga mengatur layanan, berkoordinasi dengan tim, serta memastikan pelayanan yang diberikan berjalan dengan baik.
Bagi saya, ini merupakan langkah besar dalam perjalanan karier. Dari awalnya datang sebagai peserta program, kemudian bekerja sambil belajar, sampai akhirnya bisa naik ke posisi yang lebih tinggi.
Pengalaman ini menunjukkan bahwa selama kita mau berusaha, terus belajar, dan tidak mudah menyerah, peluang untuk berkembang di Jepang itu sangat terbuka.”
Bagi Alrafi, pendidikan pesantren memiliki peran besar dalam membentuk kesiapan hidup. Pondok tidak hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga tempat membangun mental, karakter, kemandirian, dan keteguhan hati.
“Untuk adik-adik santri Daarul ‘Uluum Lido, jangan pernah merasa bahwa kehidupan di pondok membatasi masa depan. Justru dari pondok, kita bisa membawa bekal besar untuk melangkah lebih jauh. Selama ada niat yang kuat, disiplin, kemauan belajar, dan kesiapan mental, peluang untuk berkembang selalu terbuka.”
Dari Daarul ‘Uluum Lido, STIKes Sukabumi, hingga Jepang, perjalanan Alrafi Priawisana, S.Kep., Ners. menjadi bukti bahwa proses pendidikan yang baik dapat melahirkan pribadi yang siap belajar, siap berjuang, dan siap memberi manfaat di mana pun berada.
Profil Alumni
Alrafi Priawisana, S.Kep., Ners.
Service Manager PT Yasashiite Jepang
Alumni Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido Tahun 2013
