BOGOR — Anggota Saka Wanabakti Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido mengikuti pelatihan Syarat Kecakapan Khusus (SKK) Pembibitan pada Krida Bina Wana dan pembudidayaan tumbuhan pada Krida Reksa Wana, Rabu, 20 Mei 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di Persemaian Rumpin, Bogor, sebagai bagian dari pembekalan anggota sebelum mengikuti pengujian SKK bersama pembina atau pamong saka.
Sejak tiba di lokasi, para peserta tampak antusias mengikuti kegiatan pembelajaran di luar lingkungan pesantren. Pelatihan ini menjadi sarana edukatif bagi anggota Krida Reksa Wana dan Krida Bina Wana untuk mengenal proses pembibitan, pembudidayaan, serta keragaman jenis tumbuhan secara langsung di lapangan.

Dalam pelaksanaannya, peserta dibagi menjadi empat kelompok. Setiap kelompok didampingi oleh satu orang pemandu yang memberikan penjelasan mengenai lingkungan Persemaian Rumpin, proses pengelolaan bibit, serta pengenalan berbagai jenis tanaman. Para peserta juga mendapatkan wawasan tentang karakteristik dan persebaran sejumlah tumbuhan, salah satunya sengon yang dikenal sebagai tanaman pionir dengan pertumbuhan cepat dan memiliki banyak manfaat.

Persemaian Rumpin sendiri merupakan salah satu pusat persemaian modern di Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Fasilitas ini berperan dalam penyediaan bibit tanaman untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan, penghijauan, serta upaya perbaikan lingkungan. Berdasarkan informasi BMKG, Persemaian Rumpin diresmikan Presiden Joko Widodo pada 10 Juni 2022 dan memiliki kapasitas produksi sekitar 16 juta bibit.
Selain itu, Persemaian Rumpin juga tercatat sebagai salah satu pusat persemaian skala besar nasional. Kementerian Kehutanan menyebutkan bahwa bibit dari persemaian tersebut digunakan untuk mendukung rehabilitasi hutan dan lahan produktif, termasuk penanganan lahan kritis di wilayah Jawa Barat, Jakarta, dan Banten.

Seluruh rangkaian kegiatan berlangsung lancar, tertib, dan penuh semangat. Melalui pelatihan ini, para anggota Saka Wanabakti Daarul ‘Uluum Lido diharapkan memperoleh pengalaman nyata mengenai pembibitan dan pembudidayaan tumbuhan, sekaligus menumbuhkan kepedulian terhadap konservasi lingkungan.
Ilmu yang diperoleh dalam kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi bekal bagi para anggota untuk mengembangkan gerakan pelestarian tumbuhan, baik di lingkungan pesantren maupun di tengah masyarakat. (red:jakpatt)
