Lido — Belajar ke luar negeri merupakan peluang yang dapat diraih melalui usaha dan akses yang tepat. Berikut kisah Dinan Kiasati, alumni Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido tahun 2016, yang saat ini tengah mengikuti program short course sejak 25 Februari 2026 selama tiga bulan sebagai bagian dari pendidikan magister dalam program LPDP melalui Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI–PTIQ Jakarta). Berikut kesan dan pengalamannya selama mengikuti program tersebut.

Bagi saya, kesempatan belajar ke luar negeri dulu terasa seperti sesuatu yang jauh. Saya sering melihat orang lain berangkat untuk studi atau program akademik internasional, lalu bertanya-tanya dalam hati: bagaimana caranya mereka bisa sampai ke sana? Sayangnya, saat itu saya tidak memiliki banyak akses untuk bertanya langsung. Karena itulah, sebagai alumni, saya ingin membagikan pengalaman ini—tentang bagaimana saya memperoleh kesempatan mengikuti program short course di Amerika Serikat, sekaligus memberi gambaran seperti apa program tersebut dijalani.

Program short course yang saya ikuti merupakan bagian dari kegiatan akademik dalam Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI). Seluruh pembiayaan program ini didukung sepenuhnya oleh Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) di bawah Kementerian Keuangan Republik Indonesia. Program tersebut dirancang sebagai upaya penguatan kapasitas calon ulama agar memiliki wawasan internasional. Durasi program berlangsung selama tiga bulan untuk jenjang magister dan enam bulan untuk jenjang doktor, dengan pilihan lokasi studi di Mesir atau Amerika Serikat.

Dari Daarul ‘Uluum Lido Ke Amerika Serikat: Pengalaman Mengikuti Program Short Course Fully Funded
Dari daarul ‘uluum lido ke amerika serikat: pengalaman mengikuti program short course fully funded

Saya sendiri berkesempatan mengikuti program ini di Hartford International University for Religion and Peace, yang berlokasi di Hartford, Connecticut, Amerika Serikat. Selama mengikuti program, kami menjalani beberapa kelas setiap pekan, di antaranya Intercultural Seminar, English Conversation Seminar, serta Research Methods in Qur’anic Exegesis and Islamic Epistemology Seminar. Selain mengikuti perkuliahan, peserta juga dituntut untuk menyelesaikan tugas akhir tepat waktu, dengan pendampingan dari dosen pembimbing tambahan selama masa short course serta bimbingan rutin yang disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing peserta.

Di luar kegiatan akademik, kami juga sesekali terlibat dalam berbagai aktivitas nonkelas. Salah satunya adalah berinteraksi dengan komunitas Indonesia di Connecticut. Pengalaman ini menjadi ruang belajar yang berbeda, karena tidak hanya memperluas wawasan akademik, tetapi juga mengajarkan kami cara beradaptasi, membangun relasi, dan menempatkan diri di lingkungan yang benar-benar baru. 

Dari Daarul ‘Uluum Lido Ke Amerika Serikat: Pengalaman Mengikuti Program Short Course Fully Funded
Dari daarul ‘uluum lido ke amerika serikat: pengalaman mengikuti program short course fully funded

Salah satu pengalaman paling berkesan selama mengikuti program ini adalah ketika kami, sebagai muslim yang menjadi minoritas, justru diterima dengan sangat baik oleh mereka yang berasal dari latar belakang agama yang berbeda, baik Kristen maupun Yahudi. Kami bahkan diberi kesempatan untuk menyaksikan secara langsung bagaimana mereka merayakan hari-hari besar keagamaan mereka. Bukan untuk mengimani apa yang mereka yakini, melainkan untuk memahami bagaimana mereka menjalani keyakinan tersebut dalam kehidupan sehari-hari.

Dari pengalaman itu, saya belajar bahwa keterbukaan dan dialog tidak harus mengaburkan keyakinan. Sebaliknya, keduanya justru dapat memperkuat cara kita memahami iman yang kita pegang. Pengalaman ini menjadi pengingat bahwa menjadi bagian dari masyarakat global menuntut kita untuk tidak hanya teguh dalam prinsip, tetapi juga lapang dalam cara pandang. (red: dinan)

Profil Singkat Penulis

Dinan Kiasati merupakan alumni Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido tahun 2016. Ia melanjutkan pendidikan sarjana di Al-Azhar University, Kairo, Mesir, pada Program Studi Syariah Islamiyah dan lulus pada tahun 2022 dengan predikat Jayyid Jiddan.

Melanjutkan kiprah akademiknya, Dinan menjadi penerima beasiswa LPDP melalui Program Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) dengan konsentrasi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Dalam program tersebut, ia juga terpilih mengikuti program internasional Short Course di Amerika Serikat.

Selain itu, Dinan memiliki sejumlah capaian akademik dan non-akademik, di antaranya:

  • Awardee LPDP Scholarship (2024–2026)
  • Alumni Program Pendidikan Kader Ulama Majelis Ulama Indonesia Kabupaten Bogor Angkatan ke-17 (2023)
  • Alumni Al-Azhar University dengan predikat Jayyid Jiddan (2022)
  • Awardee Bayt Zakat Kuwait Scholarship (2019–2022)