Bogor — Pesantren Modern Daarul Uluum Lido menyelenggarakan Ujian Tengah Semester (UTS) Semester 2 pada 1–7 Maret yang bertepatan dengan bulan suci Ramadhan. Kegiatan ini tidak hanya menjadi agenda akademik, tetapi juga momentum pembinaan mental dan spiritual bagi para santri.
Khadimul Ma’had, Mohammad Yazid Dimyati, S.Th.I.,Lc., dalam sambutannya menyampaikan tiga poin penting sebagai bekal santri dalam menghadapi ujian sekaligus dalam perjalanan menuntut ilmu.

1. Tidak Mengeluh dalam Menjalani Ujian di Bulan Ramadan
Beliau menegaskan bahwa Ramadan bukan alasan untuk menurunkan semangat belajar, melainkan kesempatan untuk meningkatkan nilai ibadah dan kesungguhan.
“Tidak ada hal yang patut kita keluhkan kenapa ujian ada di Ramadan. Kalau ada yang mengeluh, maka itu sangat memalukan.”
Ia mengajak santri bercermin pada sejarah, seperti Perang Badar dan Fathu Makkah, di mana para sahabat tetap berjuang dalam kondisi berpuasa.
“Para sahabat berperang dalam keadaan puasa. Kita hari ini hanya ‘berperang’ dengan menjawab soal.”
2. Memahami Hakikat Ilmu yang Bermanfaat
Pada poin kedua, beliau menekankan bahwa nilai suatu ilmu tidak ditentukan oleh jenisnya, tetapi oleh dampaknya terhadap diri seseorang.
“Manfaat ilmu itu bukan dilihat dari jenisnya, tetapi bagaimana ilmu itu mengubah dirimu—cara berpikir, sikap, dan akhlakmu.”
Santri diingatkan untuk tidak memilah-milih pelajaran, melainkan memanfaatkan seluruh ilmu sebagai sarana perbaikan diri.
3. Pentingnya Pengorbanan dalam Menuntut Ilmu

Dalam suasana yang reflektif, beliau mengutip nasihat gurunya, Prof. Dr. Syaikh. Muhammad Hasan Hitou, bahwa ilmu menuntut pengorbanan dari penuntutnya.
“Kalau kamu menyerahkan dirimu sepenuhnya untuk ilmu, maka ilmu akan berbalik kepadamu setengahnya. Tapi kalau kamu menyerahkan dirimu setengah-setengah, hasilnya tidak ada.”
Beliau juga mengingatkan bahwa sikap mengeluh dan kurangnya kesungguhan akan menghalangi masuknya ilmu.
Di akhir sambutan, beliau turut menekankan pentingnya integritas pelaksanaan ujian kepada para pengawas agar menjalankan amanah dengan penuh tanggung jawab serta menghindari kelalaian selama proses pengawasan.

UTS Semester 2 ini menjadi salah satu komponen penting dalam penilaian akademik yang menentukan kenaikan kelas santri. Lebih dari itu, pelaksanaannya di bulan Ramadhan menjadi sarana latihan kesungguhan (mujahadah) dalam menuntut ilmu.
Setelah pelaksanaan ujian selesai, para santri dijadwalkan memasuki masa liburan sebelum kembali melanjutkan kegiatan pembelajaran di pesantren. (red: silah)
