Bekasi – Kehangatan dan semangat ukhuwah tersaji dalam Pengajian Hadroh Nailul Khairat Azmiyah yang digelar di Masjid Jami’ al-Ma’ruf, Bekasi. Acara ini menjadi momen berharga bagi para (IKADA) alumni Pesantren Modern Daarul ‘Uluum Lido dari berbagai angkatan untuk bertemu, berbagi pengalaman, dan memperkuat ikatan spiritual dengan guru mereka. Suasana pengajian yang khidmat dipadukan dengan cerita inspiratif dari tiga generasi alumni menjadikan kegiatan ini lebih dari sekadar silaturahmi—namun juga pengingat akan pentingnya doa guru, pengabdian santri, dan kesinambungan tradisi pesantren.

Sambutan Dewan Kemakmuran Masjid

Khadimul Mahad Memimpin Pembacaan Zikir Nailul Khairat
Khadimul mahad memimpin pembacaan zikir nailul khairat

Acara dibuka oleh sambutan Ustadz Syaf Muhammad Fadil Akbar, perwakilan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM) Jami’ al-Ma’ruf. Ia menyampaikan apresiasi tinggi kepada panitia dan para guru yang telah mempersiapkan acara dengan matang:

“Terima kasih kepada semua guru, kiai, dan panitia yang telah bekerja keras sejak jauh-jauh hari, bahkan sebelum Ramadan. Momentum ini sangat berarti untuk memperkuat ukhuwah dan spiritualitas kita semua.”

Selain itu, DKM menyampaikan pembukaan kembali majelis ta’lim yang telah berjalan sekitar lima tahun, dan mengundang para alumni IKADA Bekasi untuk dapat mengikuti pengajian rutin dan mempererat tali silaturahmi.

Makna Hadroh: Menyatukan Hati dalam Zikir

Para Alumni Ikut Hadir Dan Membaca Zikir Nailul Khairat Bersama
Para alumni ikut hadir dan membaca zikir nailul khairat bersama

Sebelum zikir dimulai, Khadimul Ma’had menjelaskan makna Hadroh adalah rangkaian kegiatan mencakup zikir, wirid, istighfar, tasbih, tahlil, sholawat kepada Nabi Muhammad SAW, tilawah Al-Qur’an, serta mawa’iz diniyah atau nasihat-nasihat agama. Tujuan utama Hadroh adalah menghadirkan hati seluruh jamaah dalam keberadaan Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Tausiyah Khadimul Ma’had dan Undangan Haul Akbar

Tausiah Dan Nasehat Khadimul Mahad Kepada Para Alumni Ikada
Tausiah dan nasehat khadimul mahad kepada para alumni ikada

Pimpinan Pesantren, Kiai Muhammad Yazid Dimyati, S.Th.Lc., menyampaikan kerinduannya kepada alumni:

“Senang rasanya bisa bertatap muka langsung dengan para alumni. Sudah lama saya tidak menyapa.”

Khadimul Ma’had juga mengundang seluruh alumni untuk menghadiri Haul Akbar dan Zikir Akbar dalam rangka milad tiga dasawarsa pondok, sekaligus mendoakan almarhum ayahanda Kiai Ahmad Dimyati Bin Nurhalim dan ibunda Hj. Siti Sa’diyah binti K.H. Elon. Ia juga berharap kegiatan rutin majelis zikir dan ilmu IKADA Bekasi dapat terus diselenggarakan agar silaturahmi tetap hidup.

Tiga Generasi Alumni Berbagi Kisah

Sesi sharing alumni menjadi puncak acara. Tiga perwakilan dari generasi berbeda membagikan pengalaman dan pesan penting selama menuntut ilmu di pesantren, memberikan inspirasi bagi seluruh peserta.

Ustadz Suwanto (Angkatan tahun 2002)

Sambutan Dan Sharing Ustadz Suwanto Untuk Para Alumni Ikada
Sambutan dan sharing ustadz suwanto untuk para alumni ikada

Ustadz Suwanto mengenang sosok almarhum Kiai Ahmad Dimyati yang selalu mendampingi santri, ikut bermain olahraga, dan memberi perhatian khusus:

“Beliau selalu hadir di setiap kegiatan. Malam-malam ketika saya bertugas sebagai petugas keamanan, kami selalu mendapat perhatian khusus. Itu bentuk kasih sayang yang sangat berkesan.”

Ia juga mengungkapkan rasa syukur karena kembali terhubung dengan pondok melalui keluarganya—ponakannya dan anaknya kini menuntut ilmu di Daarul ‘Uluum Lido.

Ustadz Syukron Kasiron (Alumni TMI Pertama, Bantar Kemang)

Sambutan Dan Sharing Ustadz Syukron Kasiron Untuk Para Alumni Ikada
Sambutan dan sharing ustadz syukron kasiron untuk para alumni ikada

Sebagai alumni pertama Daarul ‘Uluum Lido Bantar Kemang yang hadir, Ustadz Syukron berbagi perjalanan hidupnya setelah lulus, termasuk merintis pesantren sendiri, Pesantren Entrepreneur Fajar Cendekia, yang telah berjalan sembilan tahun. Ia menekankan pentingnya pengabdian di masyarakat sebagai implementasi ilmu:

“Ijazah selembar tidak berarti jika kita tidak mengabdi. Santri harus membawa ilmunya untuk bermanfaat bagi masyarakat.”

Ustadz Ahmad Fauzi (Angkatan tahun 2009)

Sambutan Dan Sharing Ustadz Ahmad Fauzi Untuk Para Alumni Ikada
Sambutan dan sharing ustadz ahmad fauzi untuk para alumni ikada

Ustadz Fauzi menekankan pentingnya doa guru dalam keberhasilan santri:

“Keberhasilan santri 95% berasal dari doa guru, hanya 5% dari usaha sendiri. Menjaga silaturahmi dengan guru sangat penting. Tanpa doa mereka, segala usaha kita akan terasa kurang.”

Ia menyambut baik rencana pengajian rutin alumni sebulan sekali, menekankan bahwa kualitas dan konsistensi lebih penting daripada jumlah peserta.

Penutup dan Satu Dasawarsa IKADA Bekasi

Pemotongan Tumpeng Oleh Khadimul Mahad Sebagai Simbol Rasa Syukur Satu Dasawarsa Ikada Bekasi
Pemotongan tumpeng oleh khadimul mahad sebagai simbol rasa syukur satu dasawarsa ikada bekasi

Sebagai bentuk apresiasi, panitia menyerahkan cinderamata kepada ketiga pembicara. Rangkaian kegiatan juga diisi dengan tasyakuran satu dasawarsa IKADA Bekasi yang ditandai dengan pemotongan tumpeng sebagai simbol rasa syukur atas perjalanan dan kontribusi IKADA Bekasi selama sepuluh tahun. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi, doa bersama, dan silaturahmi hangat antara seluruh hadirin, guru, dan alumni. Suasana penuh kehangatan dan keberkahan meninggalkan kesan mendalam bagi semua yang hadir. (red: silah)