Pengamatan ‘Super Blue Blood Moon’

Daarululuumlido.com - Diakhir bulan Januari 2018 ini terjadi sebuah fenomena 'Super Blue Blood Moon' . Fenomena 'Super Blue Blood Moon' bukanlah fenomena yang sering terjadi, bahkan ini adalah fenomena langka yang sebelumnya terjadi pada tahun 1982. Karena itu adalah suatu kebanggaan jika bisa melakukan pengamatan'Super Blue Blood Moon' ini.   Fenomena ini adalah fenomena dimana 'Super Moon' 'Blood Moon' dan 'Blue Moon'  terjadi secara bersamaan. 'Super Moon'  sendiri adalah fenomena yang merupakan purnama yang terjadi saat bulan berada di posisi perigee, atau titik terdekat dengan bumi. Jarak bulan ke bumi bisa mencapai 356,4 ribu kilometer saat itu. Bulan tampak lebih besar dari rata-rata, dengan diameter bulan kurang lebih 0,554 derajat.   pengamatan 'Super Blue Blood Moon' Sedangkan 'Blood Moonadalah dimana gerhana bulan terjadi saat purnama tertutup bayangan bumi selama beberapa saat. Ketika gerhana bulan total, bulan tampak gelap dan agak kemerahan. Warna merah merupakan cahaya matahari yang telah melewati atmosfer bumi dan menjadi terlihat agak keruh. Untuk 'Blue Moon' sendiri adalah purnama kedua yang terjadi dalam 1 bulan kalender. Purnama bulan ini biasanya terjadi pada 1 Januari dan 31 Januari. Fenomena tersebut menjadi langka karena terakhir kali terjadi pada 150 tahun lalu. Ukuran bulan diperkirakan menjadi 14 persen lebih besar dan 30 persen lebih terang dari biasanya. Sehingga banyak lembaga maupun individu yang melakukan Pengamatan  'Super Blue Blood Moon'  di berbagai belahan dunia. pengamatan 'Super Blue Blood Moon'   Tidak tinggal diam, para anggota 'Science Study Club' Madrasah Aliyah Daarul 'Uluum Lido pun mempersiapkan agenda pengamatan besar-besaran yang diadakan di Lapangan Utama Ma'had Daarul 'Uluum Lido. Pengamatan  'Super Blue Blood Moon' ini sendiri dimulai sejak pukul 18:30 WIB dan berakhir pada sekitar pukul 22:00 WIB. Pengamatan ini difasilitasi dengan satu layar infocus, sebuah laptop, sebuah infocus, sebuah binocular, sebuah teleskop bintang dan juga beberapa buah kamera DSLR.  

"Pengamatan  'Super Blue Blood Moon' ini semata-mata karena ingin menambah rasa syukur kepada Allah dan juga untuk menambah wawasan para santriwan maupun santriwati",

pengamatan 'Super Blue Blood Moon'
Ungkap ketua panitia pelaksana pengamatan 'Super Blue Blood Moon' yakni Raden Sahid Nuryawan yang tercatat sebagai santriwan kelas 4 MA Daarul 'Uluum Lido. Pengamatan ini sendiri dibina oleh Al-Ustadzah Rahmawati Al-'Ula. Meskipun gerimis sempat mengguyur dan langit mendung tertutup awan, namun pengamatan 'Super Blue Blood Moon' yang diadakan di Ma'had tercinta kita tidak terganggu, dan bisa dikatakan sebagai agenda yang berjalan sukses. Semoga saja dengan adanya pengamatan seperti ini santriwan serta santriwati bisa mensyukuri segala nikmat yang telah diberikan oleh Allah SWT.     (Red.Salwa Nurhandini)  

Related posts