Nasihat Kyia Yazid Dhimyati – “Filosofi Pesantren” Khutbatul Arys

Kyia Yazid Dimyati

Kyia Yazid Dimyati

Daarululuumlido.com - Sebuah kalam dari manusia termulia yaitu Rasulullah Salallahu’alaihi Wa Salam tentang keutamaan mereka yang pergi menuju sebuah tempat guna mempelajari, mencari, menelaah, dan memahami ilmu-ilmu maka sungguh ia akan berada dalam naungan Ilahi seperti di Pesantren . Bagi kalangan pencari ilmu-ilmu agama bisa dikatakan dan dikaitkan sebagai ladang jihad. Jihad tak hanya dikaitkan dengan angkat senjata untuk berperang, jihad disini lebih ditekannkan untuk tempat proses berpikir dan mentadaburi seluruh ilmu-ilmu agama. Pesantren mempunyai coraknya tersendiri, setiap lokal dan etnografi yang melatarbelakanginya memberikan ciri khas tersendiri. Salah satu ciri dan corak khas khusus tersebut terletak pada satu sesi, yaitu masa orientasi sebelum meamsuki dan menjalani semua aktifitas di pesantren. Seperti kebanyakan masa orientasi dan perkenalaan kelembagaan pada umumnya, pesantren memiliki cara berbeda melakukkannya dengan diawali oleh sentral figur pesantren yaitu Kyai untuk memberikan ceramah dan arahan umum setiap kegiatan.

Pesantren Modern ialah dengan berjalannya sebuah sistem pengkaderan dan kepengurusan, bukan hanya dari sebuah figur kunci pendiri, jika pendirinya telah tiada maka harus ada untuk meneruskan perjuangan sebelumnya.“Kyai Yazid Dhimyati

Pesantren memiliki asas-asas filosofi dalam setiap lingkup kehidupan di dalamnya, Panca Jiwa atau lima dasar filosofi yang harus tertanam dalam seluruh aspek yang ada di pesantren memberikan makna tersendiri. Pertama tentang sebuah Keikhlasan , ikhlas ada dalam posisi pertama yang menjadi awal mula dalam segala hal, guru, santri, karyawan serta Kyai harus pham betul tentang arti sebuah keikhlasan. “Guru harus ikhlas dalam mengajar, santri harus ikhlas diajarai “ konsep awal ini akan membuat kesinambungan antara semua civitas di dalam pesantren. Kedua ialah Kemandirian, mandiri dalam segala hal, santri harus mandiri dalam menjalankan aktifitas belajarnya dan proses didalamnya, guru harus mandiri dalam mendidik santrinya, Kyai pun demikian tidak terikat oleh apapun, mandiri akan menciptakan karakter kuat dalam pembentukan mental setiap individunya. Ketiga tentang kesederhanaan. Kesederhanaan dalam pesantren ialah untuk menjaga rasa dari setiap orang yang tak setara dengan kita, sederhana bukan berarti miskin sederhana ialah contoh dan sikap yang diajari oleh nabi tentang Qonaah. Keempat ialah Ukhuwah Islamiayah persaudaraan dalam eluruh kaum muslim, tak ada ras tak ada suku, tak ada kabilah dalam pesantren, pesantren menjadi wadah dalam mempersatukan seluruh kaum muslim, “Hai manusia, sesungguhnya Kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling mengenal. Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal”. (Qs. al-Hujurat: 13). Kelima yakni Kemerdekaan, setiap individu harus bebas dan merdeka, yakni mampu mengeluarkan seluruh haknya dalam memaknai dan memahami Ilmu Allah, karena sesungguhnya akal ini diciptkan untuk bisa mengingat dan menggali dalam-dalam tentang hakikat penciptaan alam semesta, merdeka bukan bererti tanpa batasan tentu ada batasan yang ada didalmnya merdeka disini ialah merdeka untuk berpikir bebas.

Selain itu semua seluruh aktitas pesantren selalu berkaitan satu smam lainnya layaknya saraf yang ada dalam diri manusia, tak ada hal yang diam begtitu saja semua harus bergerak mengikuti ritme yang ada. “janganlah kalian melawan arus, sekuat apapun kalian melawan arus kalian akan terjatuh lelah dan kembali tertinggal, ikuti setiap alurnya dan alirannya ( Kyai Yazid Dhimyati )“. Kalimat diatas ialah pesan yang sangat berharga dalam kehidpuan di pesantren, jika melawan arus tentu kita akan kembali kebelakang, mundur berarti kalah.

Rasulullah saw, ialah sosok negarawan unggul, setelah kepergiannya menghadap Ilahi Islam tak hancur dan hialng begtu saja, melainkan semakin berkembang, tentu itu semua berkatnya yang menamankan satu buah warisan bukan berbentuk harta melainkan satu konsepsi kehidupan berkelanjutan dengan penetapan pedoman yang sudah ditentukan. Pun demikian, ibarat sebuah negara hrus mampu selalu berkembang dan maju pesat untuk menciptakan generasi-generasi penerus umat Islam yang selalu berpegang dalam Alquran dan Sunah, Pesantren tak boleh surut dan larut jika pendirinya harus pergi mengahadap Ilahi, harus tetap hidup dengan menanamkan hirarki kepengurusan dan pengkaderan di dalamnya, “ Hierarki kepengurusan di pesantren ialah sebagai bentuk estafet keberlangsungan pengkaderan ( Kyai Yazid Dhimyati ) “ ciri Pesantren Modern ialah dengan berjalannya sebuah sistem pengkaderan dan kepengurusan, bukan hanya dari sebuah figur kunci pendiri, jika pendirinya telah tiada maka harus ada untuk meneruskan perjuangan sebelumnya.

red. Andhika Ramadhan

Related posts