Debat Kandidat Calon Ketua HISADA Masa Khidmad 2017-2018 :

My Member is My Responsibility Daarululuumlido.com - Jumat 15 September 2017. Debat kandidat calon ketua HISADA adalah suatu kegiatan rutin yang selalu dilaksanakan setahun sekali jelang prosesi serah terima jabatan pengurus HISADA yang lama dengan pengurus HISADA yang baru. Debat kandidat ini bertujuan sebagai sarana perkenalan para calon kandidat ketua hisada dengan memaparkan visi serta misinya, disamping itu, para kandidat calon ketua HISADA juga akan menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar program kerja yang akan dilaksanakan di masa jabatan mereka. Ditahun ajaran ini, ada beberapa perubahan yang cukup terlihat, hal ini dikarenakan adanya perubahan pada sistem Pesantren juga.

Acara ini dilaksanakan secara terpisah yakni di aula putri untuk santriwati dan aula putra untuk santriwan. Seperti biasanya acara dibuka dengan pembacaan basmalah, acara yang dipandu oleh al-Ukh Dede Nurul Ghina untuk putri dan al-Akh M. Faisal Ilham sebagai pembawa acara ini dimulai pada tepat ba’da Isya. Setelah pembacaan basmalah, acara dilanjutkan dengan sambutan oleh majelis ri’ayah yakni al-Ustadz Fahrurrozi Aly. Dalam sambutan beliau, beliau mengatakan bahwa, “Acara ini semata-mata dilaksanakan agar para santri lebih mengenal calon pemimpin mereka selama satu tahun kedepan, dan juga agar para santri tidak salah dalam memilih pemimpin”.

Debat Kandidat HISADA 2017 - 2018

Debat Kandidat HISADA 2017 - 2018

Acara dilanjut dengan debat antar kandidat yang dipandu oleh moderator yakni Ustadzah Khairunnisa untuk putri dan Ustadz Abdul Aziz untuk putra, yang mengawali sesi pertama dengan memanggil tiga panelis, panelis untuk santriwati yang terdiri dari al-Ustadz Yalet Nur Jalaluddin, al-Ustadzah Nurulita Devi dan, al-Ustadzah Lala Lahilatul sedangkan untuk santriwan yakni al-Ustadz Rudi Hartono, al-Ustadz Asmawi, dan al-Ustadz Agus. Setelah itu, moderator memanggil para kandidat calon ketua HISADA keatas panggung, yakni al-Akh Fikri Istaqomali, al-Akh Maulana Firdaus dan, al-Akh Dhiya Ulhaq sebagai kandidat putra serta al-Ukh Intan Fairuziah, al-Ukh Fahriza Hazrina dan, al-Ukh Desta Valicia sebagai kandidat putri. Yang dilanjut dengan pemaparan visi dan misi para kandidat, dimana setiap kandidat diberi waktu kurang lebih sekitar 90 detik.

Setelah sesi pertama, dilanjut sesi kedua debat kandidat yakni dimana para kandidat menjawab pertanyaan yang di ajukan oleh para panelis maupun para audience. Sesi pertanyaan ini berlangsung cukup panas dan tentunya menegangkan. Meski begitu, para kandidat calon ketua HISADA tetap bisa menjawab pertanyaan dengan sempurna. Salah satu pertanyaan yang menarik untuk para kandidat putri dari debat kandidat ini, yakni pertanyaan yang diajukan oleh al-Ustadzah Sarnina Ningsih yakni “Apa kelebihan Anda yang membuat Anda percaya diri mengajukan diri menjadi ketua HISADA?”, pertanyaan ini di jawab dengan penuh antusias oleh para kandidat putri dengan ciri khas masing-masing.

“Pengalaman saya dalam memimpin organisasi dan dukungan teman-lah yang membuat saya percaya diri”, Tutur al-Ukh Fahriza “Karena saya adalah pribadi yang mempunyai jiwa kepemimpinan dan saya juga memiliki wawasan dibidang kepemimpinan, selain itu saya juga memiliki obsesi untuk menjadi seorang ketua HISADA sejak kelas 1 Int. Meski begitu semua tak berarti tanpa dukungan kawan-kawan saya”, Ucap al-Ukh Desta Valicia dengan energik “Hanya karena dukungan teman-temanlah yang berani mengajukan saya menjadi calon ketua”, Jawab al-Ukh Intan Fairuziyah singkat. Sedangkan pertanyaan yang menarik untuk para kandidat putra adalah pertanyaan yang diajukan oleh al-Ustadz Fahrurrozi yakni, “Jika organisasi HISADA ini diibaratkan sebagai sebuah pohon, maka pohon apa yang Anda pilih? Namanya organisasi itu adalah sebuah wadah, didalamnya ada bola golf, pasir kelereng, dan kopi, apa yang akan Anda pilih?”, “Saya lebih memilih pohon kelapa, karena pohon kelapa itu memiliki beragam manfaat, salah satunya sebagai obat”, Jawab al-Akh Fikri Istaqomali tegas.

“Saat kita ingin di hormati dan disegani, maka kita harus menjadi panutan para santri, dengan cara menaati peraturan yang kita buat sendiri”Desta Valicia Calon Ketua HISADA 2017 - 2018 no Urut 3

Debat Kandidat Calon Ketua HISADA Masa Khidmad 2017-2018

“Saya memilih pohon kelapa, karena banyak manfaat dari seluruh bagiannya”, Ujar al-Akh Maulana Firdaus. “Saya memilih bola golf, cukup”, Tutur al-Akh Dhiya Ulhaq singkat. Setelah sesi kedua, yang merupakan sesi terpanjang, tibalah pada sesi terakhir, yakni sesi debat antar kandidat. Pada sesi ini, setiap kandidat calon ketua HISADA mengajukan pertanyaan untuk para kandidat lainnya. Beberapa kalimat menarik yang bisa kita jadikan contoh yakni, “Saat kita ingin di hormati dan disegani, maka kita harus menjadi panutan para santri, dengan cara menaati peraturan yang kita buat sendiri”, Tutur al-Ukh Desta Valicia.

“Hari ini Anda semua menjadi bukti bahwa bisa menjadi lebih baik itu dimulai dari diri sendiri”, Ucap al-Akh Dhiya Ulhaq lugas. Acara debat kandidat calon ketua HISADA ini berakhir tepat pada pukul 22.30, yang ditutup dengan membaca hamdalah bersama. Semoga esok hari para santri diharapkan dapat memilih kandidat calon ketua HISADA yang tepat untuk memimpin HISADA selama masa khidmad 2017-2018. (Red. Salwa NS & S. Nibras P)

Related posts